SURABAYA - Mantri BRI memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berada di garis depan pelayanan perbankan mikro, mereka tidak hanya menawarkan produk keuangan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pelaku usaha untuk memahami kebutuhan dan tantangan bisnis yang dihadapi.
Baca juga: BRI Region 12 Surabaya Akselerasi Kompetensi Kehumasan untuk Menjaga Kepercayaan Publik
Peran tersebut menjadi salah satu fokus dalam Jambore Mantri BRI 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 3–4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi BRI untuk memperkuat kompetensi, integritas, dan semangat kolaborasi para Mantri dalam menjalankan tugas serta mendampingi nasabah.
Mengusung tema “Mantri Menembus Batas, Memberi Makna Indonesia”, jambore tersebut mempertemukan para Mantri Warrior dari wilayah BRI Region 12 Surabaya melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, apresiasi, dan penguatan motivasi kerja.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 12 Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, mengatakan bahwa penguatan kemampuan Mantri menjadi bagian penting dalam menjaga kedekatan BRI dengan masyarakat.
“Mantri BRI merupakan ujung tombak dalam memperluas inklusi keuangan dan mendukung pemberdayaan UMKM. Kedekatan dengan masyarakat menjadi kekuatan utama untuk memahami perkembangan usaha, mengenali kebutuhan nasabah, serta menghadirkan layanan keuangan yang relevan,” ujar Reza, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, kemampuan memahami karakter dan kebutuhan pelaku usaha harus didukung integritas, kompetensi, serta kolaborasi yang baik. Dengan bekal tersebut, Mantri diharapkan tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga mampu membangun hubungan yang mendukung keberlanjutan usaha nasabah.
Jambore Mantri BRI 2026 juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap profesi Mantri sekaligus memperkuat penerapan nilai-nilai BRILiaN Way dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan sesi motivasi, arahan pimpinan, pemberian penghargaan, serta hiburan yang menghadirkan komedian Abdel Achrian. Selain memberikan apresiasi atas kontribusi para Mantri, rangkaian acara tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan inspirasi.
Baca juga: Berbagi Kebahagiaan dan Inspirasi dalam Gelaran Pengajian Spesial HUT ke-129 BRI RO Surabaya
Adapun hari kedua diisi dengan kegiatan luar ruangan berbasis experiential learning. Melalui aktivitas tersebut, peserta diajak mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Penguatan kemampuan tersebut dinilai relevan dengan pekerjaan Mantri yang membutuhkan kedekatan dengan masyarakat, kemampuan membangun relasi, serta pemahaman terhadap kondisi usaha nasabah. Kompetensi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pelayanan di tengah kebutuhan pelaku UMKM yang terus berkembang.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Mantri BRI berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah. Melalui hubungan tersebut, mereka dapat memahami perkembangan bisnis nasabah, kebutuhan permodalan, hingga kendala yang berpotensi menghambat pertumbuhan usaha.
Pemahaman terhadap kondisi di lapangan turut mendukung upaya BRI dalam menghadirkan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bagi pelaku UMKM, akses terhadap layanan perbankan yang tepat dapat membantu menunjang kegiatan usaha dan membuka peluang pengembangan bisnis.
Karena itu, penguatan kompetensi Mantri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pemasaran, tetapi juga kualitas pelayanan, integritas, dan kepekaan dalam memahami kebutuhan nasabah. Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun hubungan perbankan yang berkelanjutan.
“Melalui Jambore Mantri ini, kami ingin memperkuat semangat kebersamaan, integritas, dan kepemimpinan, sehingga setiap Mantri semakin memahami makna profesinya. Kami berharap semangat tersebut tercermin dalam kualitas pelayanan dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Reza.
Jambore Mantri BRI 2026 turut digelar di sejumlah wilayah lain di Indonesia, antara lain Jakarta, Semarang, Batam, Banjarmasin, dan Bali. Untuk wilayah barat, kegiatan mencakup klaster Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, dan Bandar Lampung. Sementara itu, Bali menjadi bagian dari klaster timur.
Melalui kegiatan ini, BRI mendorong para Mantri untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat. Tidak sekadar menjadi tenaga pemasar, Mantri diharapkan mampu berkontribusi dalam memperluas inklusi keuangan, mendukung pertumbuhan UMKM, dan menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
Editor : Redaksi