Wartakek.id _ SAMPANG,-
Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti tahlil perdana atas wafatnya KH. Abd Muhaimin Bin Abd Bari yang digelar pada Jumat malam (05/09/2025). Ratusan jamaah, santri, alumni, hingga masyarakat setempat hadir di halaman Pondok Pesantren Darut Tauhid, Injelan, Desa Panggung, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.
Baca juga: Dapat Ucapan Karangan Bunga dari KWI, Toko Emas Bintang Terang Jaya Resmi Beroperasi di Sampang
Acara tahlil tersebut dihadiri sejumlah ulama terkemuka, di antaranya KH. Mutammam Abd Bari selaku adik kandung almarhum, KH. Syafiudin Abd Wahid Pengasuh Ponpes Darul Ulum Gersempal Omben, serta Habib Abdullah Bin Muhammad Alhaddar dari Sampang. Kehadiran para tokoh agama tersebut menambah khidmat jalannya acara yang diikuti para santri dan masyarakat.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin, dilanjutkan tahlil bersama, sambutan KH. Syafiudin Abd Wahid, serta doa penutup yang dipimpin oleh Habib Abdullah Bin Muhammad Alhaddar.
Baca juga: Polemik Sabu 3 Kg di Sampang, Ketua Umum KWI Desak Aparat Transparan dan Profesional
Dalam sambutannya, KH. Syafiudin Abd Wahid mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya KH. Abd Muhaimin Abd Bari. Menurutnya, almarhum adalah sosok ulama teladan yang istiqamah dalam perjuangan dakwah dan ibadah.
"Kami para ulama Sampang merasa sangat kehilangan ulama pejuang agama Islam, khususnya di lingkungan NU. Beliau menjadi contoh bagi para pengurus NU. Mautul Alim Mautul Alam," tuturnya.
Baca juga: Bukan Sekadar Reuni, Estoh 97 Berbagi Fokus Prioritaskan Bekal Akhirat
Ia juga mengenang momen kebersamaan saat berdakwah bersama almarhum, di mana keteladanan KH. Abd Muhaimin selalu menjadi panutan. KH. Syafiudin bahkan menyebutkan adanya hubungan darah dari dua sisi keluarga, yaitu Prajjan Buju’ Abd Alam dan Jrenguan Buju Ahmad.
Di akhir sambutannya, KH. Syafiudin berpesan kepada seluruh jamaah agar tetap menjaga rasa hormat dan cinta kepada guru meski telah wafat. "Tetaplah berbuat baik kepada yang sudah meninggal, baik melalui tahlil, sedekah, maupun cinta kepada guru," pungkasnya.
Editor : Wapemred