HPN 2026 Berbalut Duka, Sembilan Media Online Takziah ke Rumah Pejuang Pers Surabaya

wartakek.id

Wartakek.id || Surabaya – Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi hari yang sarat makna sekaligus duka bagi insan pers di Surabaya. Sembilan media online di bawah naungan Umar Hayat bersama Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) menggelar takziah ke rumah duka Bayu Pangarso di Jalan Hayam Wuruk Dodik I No. 57, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan takziah tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda tahunan HPN yang selama ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial, termasuk pembagian sembako kepada masyarakat. Tradisi ini menjadi simbol kedekatan insan pers dengan warga, sekaligus menegaskan bahwa pers lahir dari masyarakat dan mengabdi untuk kepentingan publik secara luas.
Dalam suasana haru, perwakilan rombongan menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sosok yang dikenal sebagai pejuang pers yang konsisten menjaga nilai-nilai jurnalisme beretika. Almarhum dikenang sebagai pribadi rendah hati, terbuka terhadap kolaborasi, serta memiliki komitmen kuat dalam menyuarakan kepentingan masyarakat melalui karya jurnalistik yang berimbang dan bertanggung jawab.
“Kami sangat kehilangan sosok sahabat sekaligus pejuang pers. Insyaallah kami bersaksi beliau adalah orang baik, dan perjuangannya di dunia jurnalistik akan terus kami lanjutkan,” ungkap salah satu perwakilan media dalam sambutan singkatnya di hadapan keluarga.
Doa bersama kemudian dipanjatkan agar almarhum diampuni segala dosa, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Rombongan juga memberikan penguatan moral kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menjalani hari-hari ke depan.
Istri almarhum, Dhea, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media yang datang memberikan penghormatan terakhir. Ia mengaku bangga atas dedikasi suaminya di dunia pers serta berharap semangat perjuangan tersebut dapat diteruskan oleh para jurnalis.
“Terima kasih kepada teman-teman semua yang telah datang dan memberikan perhatian besar kepada suami saya. Saya tidak bisa berkata banyak karena sangat terharu. Semoga ke depan rekan-rekan jurnalis dapat terus berkarya dan melanjutkan semangat beliau,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran sembilan media online bersama unsur komunitas pers ini menjadi wujud nyata solidaritas dan persaudaraan insan pers. Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa nilai perjuangan jurnalistik yang diwariskan almarhum akan tetap hidup dan diteruskan oleh generasi pers berikutnya, khususnya di Surabaya, demi menjaga marwah profesi dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

(Red) 

Editor : Wapemred

Hukum & Kriminal
Populer
Berita Terbaru