Minggu, 18 Okt 2026 03:10 WIB

Harga Plastik dan Styrofoam Melonjak, Penjual dan Pembeli Sama-Sama Tertekan

Wartakek.id || Sidoarjo— Kenaikan harga bahan kemasan kembali menghantam pelaku usaha kecil hingga konsumen. Dalam beberapa waktu terakhir, harga plastik dan styrofoam dilaporkan melonjak hingga 40 persen, memicu keluhan dari berbagai kalangan, terutama pedagang makanan dan minuman.

Lonjakan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, harga styrofoam sudah mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Kini, tekanan kembali bertambah dengan kenaikan lanjutan yang membuat biaya operasional pelaku usaha semakin berat.

Salah satu pihak dari perusahaan distribusi (CV) mengungkapkan bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada styrofoam. Sejumlah produk kemasan lainnya juga mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan. Berdasarkan estimasi yang disampaikan, styrofoam naik sekitar 20 persen, thinwall melonjak hingga 55 persen, dan sendok plastik mengalami kenaikan sekitar 30 persen. Sementara itu, harga produk kemasan lainnya diperkirakan akan ikut menyusul.

“Kenaikan ini cukup terasa di lapangan. Banyak pelanggan kami mengeluhkan harga yang terus naik, sementara mereka juga kesulitan menaikkan harga jual produk,” ujarnya.

Dampak dari kenaikan ini langsung dirasakan oleh para pedagang, khususnya sektor kuliner yang sangat bergantung pada kemasan sekali pakai. Sebagian terpaksa mengurangi penggunaan kemasan atau mencari alternatif yang lebih murah, meskipun kualitasnya belum tentu sama.

Di sisi lain, konsumen juga ikut terdampak. Beberapa pedagang mulai menaikkan harga jual makanan dan minuman untuk menutup biaya produksi yang meningkat, sehingga daya beli masyarakat ikut tertekan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan berlanjutnya tren kenaikan harga, terutama jika pasokan bahan baku masih belum stabil. Pelaku usaha berharap ada solusi atau kebijakan yang dapat menekan lonjakan harga agar tidak semakin membebani rantai ekonomi dari produsen hingga konsumen.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan harga akan kembali stabil. Namun, para pelaku usaha diminta untuk tetap waspada dan mencari strategi agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.

(Wafa) 

Editor : Wapemred