Minggu, 18 Okt 2026 03:13 WIB

Harukan! Sholawat Fi Hubbi Kembali Menggema di Tanah Rantau, PRESS Sepanjang Rayakan Maulid Nabi

Wartakek.id // Sidoarjo,– Ada yang berbeda dalam kegiatan rutin keluarga besar Perkumpulan Remaja Sukolilo Timur Sepanjang (PRESS Sepanjang). Bukan sekadar berkumpul dan arisan, para anggota PRESS Sepanjang juga menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menghidupkan kembali tradisi muludan Madura di tanah rantau.

Kegiatan berlangsung di Pendopo Taman, Senin (31/8/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Seluruh anggota PRESS Sepanjang hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh keakraban.

Bagi mereka, Maulid Nabi bukan hanya momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali menghadirkan tradisi kampung halaman yang mulai jarang dilakukan ketika berada di perantauan.

Dari Desa ke Rantauan, Sholawat Fi Hubbi Kembali Menggema

Salah satu momen paling khidmat dalam acara tersebut adalah pembacaan Sholawat Fi Hubbi yang dipimpin oleh Ustadz Rohim.

Sholawat yang biasanya dibaca dalam kegiatan keagamaan di desa tersebut kembali menggema di tengah keluarga besar PRESS Sepanjang.

Suasana Pendopo Taman seketika berubah menjadi lebih religius. Lantunan sholawat yang dibacakan bersama membuat para anggota semakin menghayati makna kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagi anggota PRESS Sepanjang yang berasal dari Madura dan kini hidup di tanah rantau, pembacaan Sholawat Fi Hubbi menjadi sebuah pengingat akan suasana muludan di kampung halaman.

Tradisi yang dibawa dari desa ternyata tidak harus hilang ketika seseorang meninggalkan kampung halaman. Di tanah rantau pun tradisi bisa kembali hidup ketika dirawat bersama.

Ketua PRESS: Semoga Semakin Kompak dan Solid

Ketua PRESS Sepanjang, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah ikut berpartisipasi sehingga kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana.

Ia berharap kebersamaan yang selama ini terbangun dapat semakin kuat dan menjadi modal bagi PRESS Sepanjang untuk terus menjaga kekompakan.

“Saya sangat mengapresiasi rekan-rekan semua yang sudah kompak membuat acara ini. Semoga ke depannya kita semakin kompak dan solid lagi,” ungkap Abdul Rahman.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antaranggota.

Yok Royok, Tradisi Berebut Buah yang Bikin Suasana Pecah

Setelah suasana khidmat dalam rangkaian keagamaan, kemeriahan semakin terasa ketika anggota mengikuti tradisi “yok royok”.

Tradisi ini berupa kegiatan berebut buah yang menjadi bagian dari kemeriahan muludan Madura.

Canda dan tawa pun pecah. Para anggota terlihat antusias mengikuti tradisi tersebut. Suasana yang sebelumnya penuh kekhusyukan berubah menjadi penuh kegembiraan dan keakraban.

Bagi PRESS Sepanjang, yok royok bukan sekadar berebut buah, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan yang diwariskan dalam tradisi masyarakat Madura.

Arisan dan Maulid Jadi Satu, Silaturahmi Makin Erat

Menariknya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan agenda rutin arisan keluarga besar PRESS Sepanjang.

Perpaduan antara arisan, Maulid Nabi, sholawat, dan tradisi muludan membuat kegiatan menjadi semakin lengkap.

Tidak ada sekat antara satu anggota dengan lainnya. Semua berkumpul dalam suasana kekeluargaan.

Momentum tersebut sekaligus membuktikan bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi ruang untuk menjaga hubungan persaudaraan.

Merawat Budaya, Menjaga Silaturahmi

Kegiatan Maulid Nabi yang digelar PRESS Sepanjang menjadi gambaran bagaimana generasi muda tetap dapat menjaga tradisi leluhur meskipun berada jauh dari kampung halaman.

Dari desa dibawa ke rantauan, dari generasi ke generasi, tradisi muludan Madura tetap hidup.

Sholawat Fi Hubbi menjadi pengikat suasana religius, sementara tradisi yok royok menghadirkan kegembiraan.

Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan hanya tentang merayakan Maulid Nabi, tetapi juga tentang merawat budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga silaturahmi keluarga besar PRESS Sepanjang.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, PRESS Sepanjang berharap kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi ruang untuk memperkuat kekompakan serta solidaritas seluruh anggota.

Maulid Nabi menjadi pengingat cinta kepada Rasulullah. Tradisi muludan menjadi pengingat akan kampung halaman. Dan kebersamaan menjadi pengikat keluarga besar PRESS Sepanjang di tanah rantau.

Red

Editor : Redaksi