Minggu, 18 Okt 2026 04:13 WIB

Rawan Ricuh, AMI Minta Aksi Demo 3 September di Surabaya Ditunda

Wartakek.id ~ Surabaya,- Aliansi Madura Indonesia (AMI) meminta agar rencana aksi besar yang digelar elemen Jawa Timur Menggugat pada 3 September 2025 ditunda. Desakan ini muncul setelah insiden pembakaran Gedung Negara Grahadi Surabaya beberapa hari lalu yang menyisakan kekhawatiran akan potensi kericuhan lanjutan.


Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik. Namun, menurutnya situasi saat ini belum kondusif untuk menggelar aksi skala besar.

“Kami berharap aksi tersebut ditunda terlebih dahulu pasca tragedi pembakaran Gedung Grahadi. Kalau tetap dipaksakan, sangat rawan ditunggangi kelompok yang ingin menciptakan kerusuhan,” tegas Baihaki, Senin (1/9/2025).


Ia menambahkan, penundaan aksi merupakan langkah bijak untuk mencegah potensi anarki dan menjaga Surabaya tetap aman.

“Demi kondusivitas Jawa Timur, sebaiknya menunggu hingga keadaan benar-benar stabil,” ujarnya.


Sebagai catatan, dalam aksi beberapa waktu lalu, Gedung Grahadi yang merupakan cagar budaya terbakar hebat setelah massa bertindak anarkis. Bahkan, ruang wartawan di dalam gedung ikut dijarah oleh oknum tak bertanggung jawab.


Sementara itu, elemen Jawa Timur Menggugat sebelumnya telah merilis sejumlah tuntutan dalam rencana aksinya. Di antaranya, pemakzulan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, penghapusan pajak serta tunggakan pajak kendaraan bermotor seperti yang berlaku di Jawa Barat, pengusutan dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim yang nilainya ditaksir mencapai triliunan rupiah, serta penghapusan pungli di SMA/SMK Negeri se-Jawa Timur.


AMI berharap semua pihak dapat menahan diri agar aksi penyampaian pendapat tidak berubah menjadi panggung anarki yang justru merugikan masyarakat.

Editor : Wapemred