Minggu, 18 Okt 2026 07:58 WIB

Aksi 3 September Ditunda, Rakyat Jawa Timur Menggugat Pilih Jaga Kondusivitas

Wartakek.id ~ Surabaya,- Rencana aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Jawa Timur Menggugat yang semula dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2025 resmi ditunda. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh koordinator lapangan, Muhammad Sholeh SH, dalam konferensi pers yang digelar di Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat, Taman Apsari Surabaya, Senin malam (1/9/2025).


Acara yang dihadiri sekitar 50 orang itu berlangsung pukul 19.00–20.00 WIB dengan suasana tertib. Hadir pula Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, yang meninjau langsung jalannya kegiatan.


Dalam keterangannya, Cak Sholeh menegaskan bahwa keputusan penundaan aksi diambil demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya.

“Awalnya aksi ini direncanakan berjalan damai, namun kondisi belakangan ini menunjukkan adanya tindakan anarkis seperti pembakaran kantor pemerintahan, pos polisi, dan kericuhan di sejumlah titik. Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan memperburuk situasi,” ujarnya.


Ia menambahkan, gerakan Rakyat Jatim Menggugat murni membawa isu lokal, bukan nasional. Beberapa tuntutan yang diangkat antara lain penghapusan pungutan liar di sekolah negeri tingkat SMA/SMK, serta kebijakan pengampunan pajak kendaraan bermotor seperti yang telah diterapkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.


Menurut Cak Sholeh, keputusan penundaan ini merupakan hasil musyawarah bersama seluruh elemen yang tergabung dalam gerakan tersebut, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Aksi 3 September resmi kami tunda hingga situasi benar-benar kondusif,” pungkasnya.


Dengan penundaan ini, aksi yang sedianya akan digelar serentak di berbagai daerah Jawa Timur dipastikan tidak berlangsung. Peserta diharapkan tetap menjaga ketertiban umum, saling menghormati, dan mengutamakan keselamatan bersama.

Editor : Wapemred