Minggu, 18 Okt 2026 07:49 WIB

Polda Jawa Timur Gelar Apel dan Doa Bersama Forkopimda serta Ormas untuk Jogo Jatim

Wartakek.id _ SURABAYA,- Polda Jawa Timur menggelar apel besar potensi masyarakat sekaligus doa bersama lintas agama di Lapangan Mapolda Jatim, Selasa (2/9/2025).


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Dankodaeral V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, serta pejabat utama Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.


Apel dan doa bersama ini diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), LSM, perguruan silat, hingga berbagai elemen masyarakat.


Dalam amanatnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca dinamika aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

“Setiap aspirasi masyarakat tentu harus dihormati. Namun dalam menyampaikan pendapat, kita wajib tetap menjaga harkamtibmas. Ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Irjen Nanang.


Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi prinsip demokrasi dengan mengedepankan penyampaian pendapat secara damai, menghindari provokasi, serta menjadikan dialog sebagai solusi. Menurutnya, tantangan kamtibmas semakin kompleks, mulai dari potensi konflik sosial, penyebaran hoaks, hingga aksi anarkis yang kerap ditunggangi pihak tidak bertanggung jawab.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus membangun sinergi dengan seluruh potensi masyarakat – tokoh agama, tokoh pemuda, hingga komunitas – untuk menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan sejahtera,” tegasnya.


Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan yang sama mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun memprovokasi.

“Saya juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial. Biasakan saring sebelum sharing, agar kita tidak terjebak berita hoaks,” pesan Khofifah.


Acara kemudian ditutup dengan doa bersama lintas agama sebagai ikhtiar memohon perlindungan dan kedamaian, tidak hanya bagi masyarakat Jawa Timur, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editor : Wapemred