Minggu, 18 Okt 2026 04:22 WIB

Puncak Ruwah Dusun Sadang Dimeriahkan Wayang Kulit, Warga Antusias Hadiri Tradisi Leluhur

Wartakek.id || Sidoarjo – Puncak rangkaian Ruwah Dusun Sadang, Desa Sadang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo berlangsung meriah melalui pagelaran wayang kulit di Punden Makam Mbah Putut, Sabtu malam (14/2/2026). Kegiatan budaya dan religius ini dihadiri Lurah Sadang H. Achmad Subali Usmono, tokoh masyarakat, tokoh agama, seluruh RT/RW Desa Sadang, unsur keamanan dari Polsek yang diwakili Bhabinkamtibmas Jamalludin, serta Koramil melalui Babinsa Sutomo Mardiyanto, bersama ratusan warga.
Pagelaran wayang kulit menampilkan lakon Wahyu Pulung Jagad yang dibawakan dalang kondang Ki Sarjono Tarib Adi Atmojo. Pertunjukan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga tengah malam, menghadirkan suasana khidmat sekaligus penuh hiburan bagi masyarakat yang memadati area punden sejak malam hari.
Dalam sambutannya, H. Achmad Subali Usmono menyampaikan bahwa Ruwah Dusun Sadang merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki makna spiritual mendalam. Selain untuk mendoakan para leluhur, kegiatan ini juga menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta momentum mempererat persatuan warga. Ia berharap melalui pelestarian budaya ini, Desa Sadang semakin maju, tenteram, dan sejahtera.
Suasana kebersamaan semakin terasa dengan adanya penampilan seni tradisional serta pembagian makanan kepada masyarakat yang hadir. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Tradisi tahunan ini dinilai mampu memperkuat nilai gotong royong sekaligus menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Ketua panitia, Hartoyo, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan Ruwah Desa tahun ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Sadang yang telah berpartisipasi aktif, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan acara.
Dengan berakhirnya pagelaran wayang kulit sebagai puncak perayaan, masyarakat berharap tradisi Ruwah Dusun Sadang dapat terus dilestarikan setiap tahun. Selain menjadi sarana doa dan syukur, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial warga serta menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di generasi mendatang.

(Red) 

Editor : Wapemred